( gambar sumber : https://languages-cultures.uq.edu.au/event/2813/linguistics-seminar-series )
✂ Definisi
Linguistik (IPA: /liŋuistik/) atau ilmu bahasa adalah ilmu yang mempelajari tentang bahasa. Bergantung pada sudut pandang, dan pendekatan seorang peneliti, linguistik seringkali digolongkan ke dalam ilmu kognitif, psikologi, dan antropologi. Ada tiga aspek luas penelitian, yang meliputi bentuk bahasa, makna bahasa, dan bahasa dalam konteks. Awal kegiatan yang dikenal dalam deskripsi bahasa telah dikaitkan dengan Pāṇini sekitar 500 SM, dengan analisisnya dari bahasa Sanskerta di Ashtadhyayi.
Bahasa dapat dipahami sebagai suatu interaksi suara, dan makna. Disiplin yang mempelajari suara linguistik disebut sebagai fonetik,
yang berkaitan dengan sifat sebenarnya dari suara pidato, dan suara non
pidato, dan bagaimana mereka diproduksi, dan dirasakan. Studi tentang
makna bahasa, di sisi lain, ini berkaitan dengan bagaimana bahasa
menggunakan logika, dan referensi dunia nyata untuk menyampaikan,
proses, dan menetapkan makna, serta untuk mengelola, dan menyelesaikan
ambiguitas. Hal ini pada gilirannya mencakup studi semantik (bagaimana
makna disimpulkan dari kata-kata, dan konsep) dan pragmatik (bagaimana
makna disimpulkan dari konteks).
Ada sistem aturan (dikenal sebagai tata bahasa) yang mengatur
komunikasi antara anggota suatu masyarakat tutur tertentu. Tata bahasa
dipengaruhi oleh suara, dan makna, dan termasuk morfologi (pembentukan,
dan komposisi kata-kata), sintaks (pembentukan, dan komposisi frasa, dan
kalimat dari kata-kata ini), dan fonologi (sistem suara).
Melalui korpus linguistik, potongan besar teks dapat dianalisis untuk
kemungkinan kejadian bentuk linguistik tertentu, dan pola gaya dalam
wacana tertulis atau lisan.
✉ Bidang-Bidang Linguistik
Linguistik teoretis adalah bidang penelitian bahasa (linguistik) yang dilakukan untuk mendapatkan kaidah-kaidah
yang berlaku dalam bahasa manusia pada umumnya .
Bidang-bidang yang secara umum dianggap sebagai inti linguistik teoretis
adalah fonologi, morfologi, sintaksis, Leksikologi, Semantika , dan Pragmatika . Linguistik teoretis juga terlibat dalam pencarian universal linguistik, yaitu sifat umum yang dimiliki semua bahasa.
Linguistik terapan adalah bidang antardisiplin yang mengidentifikasi, menginvestigasi, dan menawarkan solusi bagi masalah dunia nyata yang terkait dengan bahasa. Kajian linguistik yang bersifat terapan misalnya seperti Linguistik kognitif, Linguistik komputasi, Linguistik forensik, Akuisisi bahasa, Penilaian bahasa, Pengembangan bahasa, Pendidikan bahasa, Linguistic prescription, Antropologi linguistik, Neurolinguistik, Psikolinguistik, Stilistika, penerjemahan, perkamusan, linguistik forensik, terapi wicara, linguistik edukasional, dan perencanaan bahasa.
Deskriptivisme adalah pendekatan linguistik yang bertujuan meneliti dan mendeskripsikan secara netral isolek yang digunakan oleh komunitas tutur tertentu.
Semua penelitian akademik di bidang linguistik bersifat deskriptif;
ilmu linguistik, seperti halnya disiplin ilmiah lain, bertugas
menggambarkan realitas sebagaimana adanya, tanpa melakukan penilaian
normatif. Pendekatan deskriptif sering didikotomikan dengan preskriptivisme, yaitu kecenderungan memengaruhi praktik kebahasaan, yang khususnya difungsikan dalam konteks pendidikan.
❤ Karakteristik Linguistik
-
Oral. Pada hakikatnya bahasa adalah lisan atau oral, yang mana ada kalanya tidak bisa diungkapkan secara sempurna dengan tulisan.
-
Sistematis,
Sistemis, dan Komplit. Sistematis berarti bahasa mempunyai aturan, kaidah, atau dapat diartikan mempunyai jumlah yang terbatas untuk bisa dikombinasikan. Sistemis berarti bahasa bekerja dalam sebuah sistem dan sesuai dengan kaidah dan aturan yang berlaku. Dan yang dimaksud komplit yaitu, dengan bahasa kita dapat mengungkapkan segala hal walaupun tentang sesuatu yang belum kita ketahui.
-
Arbitrer dan Simbolis. Arbitrer artinya, bahasa yang kita gunakan tidak selalu logis atau punya alasan tertentu, sifat ini hanya berlaku dalam masyarakat bahasa dalam bentuk kesepakatan atau konvensi. Sifat simbolis yang dimiliki bahasa dapat mengabstraksikan ide-ide dan pengalaman, meskipun kita belum pernah mengalaminya secara langsung.
-
Konvensional. Berdasarkan kesepakatan tetapi bukan kesepakatan melalui rapat, dan pemakai bahasa harus tunduk pada kesepakatan itu. Karena jika tidak, maka bahasa tersebut tidak akan komunikatif.
-
Unik dan Universal. Dalam beberapa bahasa tertentu ciri yang unik, namun tetap mempunyai ciri yang universal atau umum sebagaimana pada bahasa lainnya.
-
Beragam. Bahasa tidaklah monolitik tapi mempunyai ragam yang bermacam-macan tergantung pada dasar klasifikasinya. Berdasarkan kebakuannya, bahasa dikategorikan menjadi dua, yaitu: ragam baku dan ragam subbaku. Berdasarkan formalitas pemakaiannyadigolongkan menjadi lima ragam, yaitu: ragam beku, ragam resmi, ragam usaha, ragam santai, dan ragam akrab.
-
Berkembang. Seiring dengan berkembangnya teknologi maka bahasa pun ikut berkembang dengan menggunakan kata-kata yang berasal dari bahasa asing.
-
Produktif dan Kreatif. Karakter ini tergantung pada pemakainya. Pemakai bahasa dengan pola-pola dan lambing-lambang yang terbatas dapat mengkreasikan
hal-hal baru melalui bahasa.
-
Merupakan Fenomena Sosial. Bahasa merefleksikan kebudayaan masyarakat pemakainya, karena bahasa merupakan bagian dari sistem nilai, kebiasaan dan keyakinan yang kompleks dalam membentuk suatu kebudayaan.
-
Bersifat Insani. Hanya manusia yang mempunyai kemampuan berbahasa. Bahasa juga merupakan suatu aspek perilaku yang bisa dipelajari oleh manusia.
☎ Satuan Linguistik
Satuan bahasa (linguistic unit)
merupakan bentuk-bentuk lingual yang merupakan komponen pembentuk
bahasa yang hanya mengacu pada unsur atau komponen bahasa. Jadi, harus
disadari bahwa ada bentuk lingual dan nonlingual. Adapun wujud satuan bahasa adalah sebagai berikut:
-
Fon
dan Fonem. Fon merupakan satuan bahasa yang bersifat konkret, dapat
didengar dan diucapkan. Sedangkan fonem adalah abstraksi dari fon.
Contoh fon: Panci, terdiri atas p/a/n/c/i. Lutut terdiri atas l/u/t.
-
Morf
dan Morfem. Morf terdapat dalam pelaksanaan bahasa, dapat
diidentifikasi, diucapkan dan didengar. Sedangkan morfem bersifat
abstrak. Contoh: bekerja dan berjalan mempunyai bentuk awalan yang
berbeda, yaitu ber- dan be-. Namun keduanya tetap memiliki makna yang sama.
-
Kata.
Satuan bahasa yang terbentuk dari satu morfem atau lebih. Misalnya,
kata melihat terdiri dari morfem me- dan lihat. Kata aku terdiri dari
satu morfem.
-
Frase. Satuan grmatikal yang terdiri dari dua kata atau lebih yang tidak terdiri atas subjek dan objek. Contoh: kaki saya, kaki meja kayu.
-
Klausa. Satuan
gramatikal unsure pembentuk kalimat yang berstruktur predikatif.
Klausa bukanlah kalimat dan diakhiri dengan titik tiga (…). Contoh: dia
telah berjalan…
-
Kalimat.
Ujaran yang berisi pikiran lengkap yang tersusun dari subjek dan
predikat, dengan pengertian bahwa subjek adalah tentang apa yang
dikatakan dan predikat adalah apa yang dikatakan tentang subjek.
-
Gugus Kalimat. Satuan-satuan bahasa yang lebih kecil dari paragraf, karena gugus itu berada dalam paragraph.
-
Paragraf. Terbentuk dari sejumlah kalimat, tapi lebih besar dari gugus kalimat. Jumlah kalimat dan paragraf juga bermacam-macam.
- Wacana. Wacana adalah satuan kalimat yang paling besar. Kridalaksana mengartikan wacana sebagai tujuan bahasa terlengkap. Wacana ada yang berbentuk lisan dan tulisan.
☺Fungsi Linguistik
Berikut ini merupakan fungsi dari linguistik :
-
Fungsi personal, untuk menyatakan diri.
-
Fungsi interpersonal, untuk menyatakan hubungan dengan orang lain.
-
Fungsi direktif, untuk mengatur orang lain.
-
Fungsi referensial, untuk menampilkan suatu referen (kabar, benda, dan lain sebagainya) dengan menggunakan lambang bahasa.
Fungsi imajinatif, untuk nenciptakan sesuatu dengan berimajinasi.
☎Manfaat Linguistik
Linguistik
memberi manfaat langsung kepada orang yang berkecimpung dalam kegiatan
yang berhubungan dengan bahasa seperti linguis, guru bahasa, penerjemah,
penyusun kamus, penyusun buku teks, dan politikus. Manfaat linguistik
diantaranya:
- Linguis: membantu menyelesaikan dan melaksanakan tugasnya dalam penyelidikan bahasa.
- Guru bahasa: melatih dan mengajarkan keterampilan berbahasa.
- Penerjemah: membantu dalam mendapatkan hasil terjemahan yang baik.
- Penyusun kamus: membantu dalam menyusun kamus yang lengkap dan baik.
- Penyusun buku teks: membantu dalam memilih kata dan menyusun kalimat yang tepat.
- Politikus: membantu dalam aktivitasnya berkomunikasi dengan orang banyak.
|
Komentar
Posting Komentar